Scroll untuk melanjutkan membaca
Featured News

Filsafat Dayak

Filsafat Dayak: magnum opus literasi dan intelektual Dayak abad ini.
Filsafat Dayak: magnum opus literasi dan intelektual Dayak abad ini.
Memahami Borneo dan para penghuni aslinya, suku-suku Dayak yang telah berdiam di pulau ini selama ribuan tahun, tanpa menyelami filsafat mereka secara komprehensif, pada dasarnya adalah usaha yang sia-sia. Magnum opus literasi dan intelektual Dayak masa kini ini, dapat jadi pemandu pemahaman.

Borneo bukan sekadar lanskap geografis yang dipenuhi hutan hujan tropis, sungai-sungai purba, dan gugusan pegunungan yang memisah negeri. Ia adalah ruang kosmologis yang diikat oleh pandangan hidup, nilai-nilai etis, serta relasi spiritual yang membentuk cara orang Dayak membaca dunia. 

Tanpa memahami fondasi filosofis itu, setiap upaya memahami identitas Dayak akan berhenti pada lapisan permukaan, adat sebagai seremoni, hutan sebagai latar, dan sejarah sebagai fragmen yang tercerai.

Filsafat Dayak komprehensif

Karena itu, langkah awal untuk memahami Dayak bukan sekadar menghafal nama subsuku atau menelusuri ragam ritual, melainkan memasuki alur pikir, kategori pengetahuan, dan horizon makna yang menghidupi komunitas-komunitas Dayak dari masa ke masa. 

Filsafat Dayak, yang memadukan etika ekologis, relasionalitas komunal, serta kesadaran spiritual yang mengakar, memberikan kerangka untuk memahami bagaimana mereka melihat manusia, alam, dan yang transenden. Melalui filsafat ini, terlihat bahwa relasi Dayak dengan tanah, sungai, dan hutan bukanlah hubungan pemanfaatan, tetapi perjanjian moral yang mewajibkan keseimbangan dan tanggung jawab.

Buku ini hadir sebagai sebuah panduan ringkas namun menyeluruh untuk memasuki A sampai D pemikiran Dayak, mulai dari akar kosmologi, dimensi-dimensi etika, dinamika identitas, hingga pergulatan kontemporer antara tradisi dan modernitas

Dengan menapaki rangkaian tema ini, pembaca diajak memahami bahwa filsafat Dayak bukan warisan statis, melainkan kebijaksanaan yang terus bertumbuh di tengah arus perubahan. Buku ini tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka pintu bagi pembacanya untuk memandang Borneo dan orang Dayak melalui kacamata yang lebih jernih, mendalam, dan, yang terpenting, adil.

Filsafat Dayak: Komprehensif dan Mendalam adalah karya monumental, sebuah tonggak baru dalam sejarah intelektual Dayak. Buku ini tercatat sebagai buku pertama tentang Filsafat Dayak yang ditulis secara komprehensif oleh para intelektual, pakar, dan akademisi Dayak lintas negara (Indonesia–Malaysia–Brunei) dengan metode epistemologi modern serta pendekatan kolaboratif yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Inilah karya yang membuka babak baru: filsafat Dayak yang ditulis “dari dalam,” oleh anak-anak Dayak sendiri, dengan ketelitian ilmiah, kesadaran budaya, dan kedalaman refleksi filosofis yang setara dengan tradisi filosofis besar dunia.

Keunggulan Utama Buku Ini

1. Karya Komprehensif Pertama tentang Filsafat Dayak

Untuk pertama kalinya, sebuah buku menyajikan tujuh cabang filsafat DayakMetafisika, Epistemologi, Logika, Etika, Estetika, Filsafat Politik, dan Filsafat Ilmu—secara sistematis, ilmiah, dan terstruktur. Tidak ada karya sebelumnya yang menghimpun keseluruhan fondasi filsafat Dayak dengan kedalaman intelektual seperti ini.

2. Ditulis oleh Para Intelektual Dayak Antar-Negara

Bukan sekadar antologi, buku ini adalah kolaborasi akademik lintas batas yang menggabungkan pengalaman, riset etnografis, dan otoritas keilmuan para penulis. Hasilnya adalah refleksi filosofis yang kuat, membumi, dan autentik.

3. Memakai Epistemologi Modern tanpa Mencabut Akar Budaya

Buku ini memadukan kerangka berpikir ilmiah—scientia rerum per causas ultimas—dengan kosmologi dan nilai Dayak. Pendekatan ini menghasilkan filsafat yang:

  • ketat secara metodologis,

  • kaya secara kultural,

  • dan relevan secara intelektual.

Inilah perjumpaan harmonis antara tradisi lokal dan metodologi global.

4. Filsafat yang Tidak Elitis—Dekat dengan Kehidupan Orang Dayak

Salah satu keunggulan besar buku ini adalah cara para penulis membumikan filsafat. Filsafat tidak diposisikan sebagai disiplin yang rumit dan “mengernyitkan dahi,” melainkan sebagai cara memaknai kehidupan sehari-hari:

  • apa yang abadi dan apa yang sementara,

  • bagaimana budaya menjadi dasar eksistensi,

  • bagaimana tradisi Dayak mengatasi perubahan politik, ekonomi, dan sosial.

Dengan bahasa yang jernih, filsafat hadir sebagai praktik hidup—bukan sekadar teori.

5. Menyentuh Pertanyaan-Pertanyaan Fundamental Manusia

Buku ini mengajak pembaca merenungkan esensi kehidupan:

  • apa yang membuat budaya Dayak tetap abadi meski zaman berubah,

  • bagaimana nilai-nilai Dayak memberikan makna bagi manusia modern,

  • bagaimana cara Dayak memahami pengetahuan, kebenaran, keindahan, dan moralitas.

Pertanyaan-pertanyaan besar dalam filsafat universal dijawab melalui lensa Dayak.

Mengapa Buku Ini Penting?

Karena ia membuka jalan menuju filsafat Dayak sebagai disiplin intelektual yang tak kalah dengan tradisi filsafat dunia. Lebih dari itu, buku ini adalah:

  • refleksi jati diri,

  • peta pengetahuan Dayak,

  • warisan intelektual,

  • dan panduan hidup yang relevan di tengah perubahan zaman.

Di tengah arus globalisasi yang menggerus banyak budaya, buku ini menegaskan bahwa kekuatan budaya Dayak adalah sesuatu abadi yang mengalir dari generasi ke generasi, lebih kuat dari perubahan politik mana pun.

Prasasti Dayak modern

Filsafat Dayak: Komprehensif dan Mendalam bukan hanya buku. Ia adalah momentum intelektual dan prasasti modern yang meneguhkan bahwa orang Dayak bukan hanya pemilik budaya yang kaya, tetapi juga pemikir besar yang mampu menafsirkan dunia melalui akar nilai dan tradisi mereka.

Buku ini layak disebut sebagai:

  • mahakarya / opus magnum filsafat Dayak,

  • rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami budaya Dayak dari perspektif terdalam,

  • dan pintu gerbang menuju renungan yang tak lekang oleh waktu.

Sebuah bacaan wajib bagi akademisi, budayawan, mahasiswa, peneliti, dan siapa pun yang ingin memahami Dayak; bukan hanya dari luar, tetapi dari dalam.

Prenulis: Kek Kae

Pemesanan buku ini ke +62 812-8774-3789
Pemesanan buku ini ke +62 812-8774-3789

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Filsafat Dayak
  • Filsafat Dayak
  • Filsafat Dayak
  • Filsafat Dayak
  • Filsafat Dayak
  • Filsafat Dayak
Tutup Iklan